Dana Aspirasi DPR, Pork Barrel versi Indonesia (via My Chattering Mind)
Rekan saya setengah bercanda bersyukur karena gagal saat pemilihan legislatif. ‘Gua dulu ngecap 10.000% hehe, ya harus begitu kata bos-bos partai’ – Ia berbalik sedih menendang puntung rokoknya sendiri. ‘Toh gua ngga bisa juga menuhin (janji-janjinya)’ -ada sedikit senyum. Entah senyum pahit atau lega. ‘Elu mau nyalon ngga?’, dia bingung lihat saya yang agak terpesona melihat keputus asaan sekaligus kelegaan, walau mungkin pengakuan hanyalah excuse.
Dia bukan kader Golkar. Kalo dia kader Golkar mungkin dia menyesal banget lihat usulan Dana Aspirasi DPR.
Tapi menebar ‘pork barrel’ kan haram?
)
Categories: Uncategorized
yak, begitu kira-kira yang terlintas di pikiran begitu denger ttg dana aspirasi [pilihan istilah yang menyesatkan].. apa lagi selain untuk melanggengkan kekuasaan? Ini aku gak bicara politik, tapi ke personality: hanya butuh satu kali membujuk seseorang untuk jatuh ke dalam keserakahan, tidak akan sulit untuk membuatnya jatuh semakin dalam dan dalam…
Seorang teman mengeluh karena ia ditagih macam2 oleh konstituennya, mulai dari acara kawinan, sumbangan, bantuan ini-itu dsb.. memang orang pikir kalau sdh jadi anggota legislatif berlimpah hartanya. Tiap minggu pasti ada undangan kawinan, di musim kawin (haha..) bisa 2-3 pesta, satu pesta minimal 500rb. Atau kalau orang yang berpengaruh minimal 1-2 jt. Ini baru contoh sederhana, bagaimana masyarakat juga perlu paham lebih dalam akan kehidupan politik.
Tapi betul.. personality -lah yang menentukan. Coba Ira lebih dekat ke kawan2 yg di legislatif.. nilai apa personality yg ditampilkan apa asli atau kepura-puraan atau sok legislator lifestyle :p -thx Ra.